.........Welcome To My Blog,,,,
........This
blog provides information for friends on a true story, health, motivation, and much more,,,,,,
including course material though.............

Sabtu, 15 Juni 2013

Warna-warni Pemilu



Banyak sekarang ini sekolompok orang dengan mengadakan sebuah acara yang di dalam lingkungan masyarakat hanya dengan tujuan tertentu tidak melihat dari aspek manfaatnya. Seperti halnya sekarang ini, berhubung hari peringatan Israj Mi’raj yang beberapa hari yang lalu diperingati secara nasional bahkan secara internasional dimanfaatkan sebagai moment cari muka bagi para calon-calon wakil rakyat. Acara disetting sedemikian rupa dengan menampilkan tujuan awal dari acara tersebut namun selalu diselipkan acara yang sebenarnya tidak penting untuk dirangkapkan dengan acara utama tadi dengan mengundang atau sengaja mendatangkan bakal calon tersebut. Kegiatan seperti inilah yang marak terjadi sekarang ini dan digunakan sebagai kesempatan bagi para calon wakil rakyat entah pemilu gebernur, walikota, bupati, legistif dan pemilu-pemilu lainnya untuk menarik simpati masyarakat dengan alasan calon ini peduli rakyat. 

Sebuah pertanyaan muncul apa mungkin kegiatan itu sang bakal calon tersebutlah yang mendanai kegiatan itu dengan atas nama lembaga tertentu..???
Bisa jadi iya, karena disetiap ada acara yang bertajuk rohani atau acara perkumpulan lainnya para bakal calon selalu punya waktu luang dengan menyempatkan diri hadiri dalam acara yang digelar. Padahal sewaktu sudah terpilih menjadi pemimpin bulu matanya tak bakal perna kelihatan lagi seperti dahulu di masyarakat. Alasan yang menguatkan juga dimana spanduk acarapun terpampang gambar & nama bakal calon yang bersangkutan, di luar tempat acara jangan dibilang lagi sudah seperti debu yang beterbangan dimana-mana.

Politik macam ini mudah ditebak oleh masyarakat yang mengerti tentang dunia perpolitikan dan bejatnya politik dengan melihat kondisi yang riil di lingkungan masyarakat namun masyarakat awam dengan mudah tertarik dan menarik kesimpulan bahwa para calon pemimpin ini bermasyarakat walaupun pada akhirnya nanti ikut menyesal juga. Betul banyak realitasnya ini di masyarakat. Mereka hanya melihat satu sisinya saja tidak mengerti apa yang disuguhkan kepadanya berupa permintaan halus yang bisa menghilangkan rasa curiganya apakah bakal calon apakah berkualitas atau tidak?? Mampu menjadi pemimpin atau tidak?? Mampu mengatasi permasalahan yang kita hadapi atau tidak?? Mampu bersikap baik, jujur, tanggungjawab atau tidak?? Hanya dengan sebuah kotak yang berisi dua buah kue dan satu air gelas mineral serta tisyunya sebagai pembersih. Sungguh rendahkah masyarakat yang seperti ini. 
Ketika diberi pertanyaan bagaimana bakal calon tadi??? Jawabannya pasti kompak, beliau baik dan mengerti rakyat bukan seperti calon yang lain yang tidak perna datang ke kompleks kita, yang lain tidak pro rakyat. Ditahun politik ini berbagai acara digelar dengan tujuan untuk mensosialisasikan diri para bakal calon yang akan berlaga dipemilu 2014 nantinya. Mulai dari acara prasmanan, hakikah, pengantin, peringatan hari besar agama-agama semarak diramaikan oleh para bakal calon. Spanduk-spanduk terpampang disejumlah ruas jalan protokol seakan menjadi warna-warni tahun kampanye 2014 mendatang. Pohon-pohon yang berada disisi ruas jalan menjadi tempat memajang spanduk bakal calon yang membuat pemandangan tidak etis di setiap sisi jalan. Mobil bakal calon dihiasi dengan stiker-stiker yang memasang foto dan partai pengusung menjadi ajang sosialisasi kepada masyarakat. 

Warna-warni kampanye tahun 2014 mendatang menegangkan diantara kalangan masyarakat yang masing-masing mempunyai kepentingan dalam memberikan dukungan kepada bakal calon yang diusung dan terkadang menimbulkan diskomunikasi dianatara masyarakat. Contohnya saja pada pemilu tahun 2009 silang berbagai sudut pertentangan dalam lingkungan masyarakat muncul mulai dari hal sepele hingga masuk kerana hukum. Sepertinya juga pengadilan sudah siap siaga menerima pengaduan ketika pemilu usai karena berbagai kasus mencuat yang melibatkan para calon yang lolos maupun yang gagal dalam pemilu yang digelar. Tidak mau menerima kekalahan dalam sebuah kompetisi menjadi bias yang menjadi awal dari munculnya sebuah kisruh politik dalam lingkungan masyrakat. Tragedi pemilu 2009 silang sebenarnya menjadi ajang pembelajaran bagi publik dalam menggalang dukungan dengan melakukan kompetisi yang bersifat positif dan menjunjung tinggi kejujuran dan persaingan sehat. Banyak tragedi yang malah melibatkan keluarga dekat sendiri sampai mengadukan perkara ke meja hijau, apakah hal demikian ini malah mendatangkan rasa malu didalam hirarkie keluarga???

Kasus pembongkaran rumah, makam, pemutusan aliran air, pencaploakan tanah dan bangunan menjadi hal yang banyak bermunculan di publik yang merenggut hubungan kelurga, persudaraan dan pertemanan. Saling memandang miring dan lontaran kata-kata yang tidak senonoh serta saling sindir pun menjadi pemandangan yang tidak seharusnya terjadi dalam lingkungan publik hanya karena menjagokan masing-masing calon peserta yang bakal bersaing dipemilu. Coba direnungkan ketika pemilu usai apakah calon tadi masih ingat dengan anda? Sementara hubungan dengan keluarga anda tidak akan ada putusnya. Mengapa mesti mengorbankan keluarga? 

Tak usahlah terlalu menjiwai politik yang hanya mengadu dombakan kehidupan anda. Perlu kita ketahui politik sekarang ini tidak jauh beda bejatnya dengan para penjajah Belanda tempo dulu.     


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar