.........Welcome To My Blog,,,,
........This
blog provides information for friends on a true story, health, motivation, and much more,,,,,,
including course material though.............

Sabtu, 15 Juni 2013

Stop katakan IDIOT pada mereka....!!!



Berbicara tentang dunia anak sungguh sangat menggembirakan dan membuatku kembali mengingat masa kecil. Setiap manusia di dunia ini sudah pasti dan tentu perna melewati yang namanya masa kecil. Masa kecil itu memang penuh kegembiraan, tawa, belum tahu tanggungjawab pokoknya serba cuek dengan hal-hal yang ada. Namun, kondisi itu tak mungkin berlangsung lama seiring dengan perkembangan waktu yang kian cepat. Sewaktu memasuki masa kanak-kanak atau SD sudah mulai ada perasaan-perasaan yang bisa menghilangkan gelak tawa yang perna ada dahulu. Mungkin bagi yang normal itu bukan menjadi suatu permasalahan yang besar.

Dalam tulisan kali ini sedikit akan mengulas tentang sebuah film “BOLYWOOD”, yang berjudul “Tarre Zamen Par”  yang mampu menggugah hati. Mengapa demikian????
Film yang berjudul “Tarre Zamen Par”, menceritakan seorang anak yang memiliki keterbelakangan dalam memahami huruf atau angka atau lazimnya dikatakan membaca dan menulis serta berhitung. Tidak hanya itu dia juga tidak mampu mengukur jarak, volume dari suatu benda. Orang sering mengatakannya idiot, pemalas, atau lain sebagainya yang malah mematikan inisitif anak tersebut. Ketakutan-ketakutan dan perasaan yang tak karuan muncul seperti mounster yang setiap saat memporak-porandakan kehidupannya.
Ketika melihat film itu orang-orang yang mengerti dunia anak akan merasa iba dengan perlakuan yang tidak manusiawi orang-orang normal. Padahal semua orang memiliki hak dan kedudukan yang sama baik dalam pendidikan dan dalam segala halnya.

Hukuman sepertinya tidak perna lepas dari anak itu, hampir setiap pelajaran selalu saja dihukum dengan dikeluarkan dari kelas. Di lingkungan keluarganya pun selalu mendapat hukuman dan terkadang sampai pada hukuman fisik yang dilontarkan oleh sang ayahnya. Sikap membanding-bandingkan juga kental dan sarat dalam film ini. Dimana kakaknya itu selalu mendapat peringkat/juara terbaik di kelas maupun di luar kelas. Mungkin  itulah gambaran dari film Tarre Zamen Par” yang mampu membuka mata hati bagi orangtua,pendidik dan pengamat anak. 

Sekarang waktunya untuk masuk pada pembahasan inti. Pertama-tama yang perlu diketahui bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Bisa anda perhatikan pada anak yang terlahir kembar sekalipun akan sangat menonjol perbedaan diantara anak tersebut misalnya perbedaan sikap dan perilaku anak itu walaupun orangtua selalu memberikan penampilan yang sama seperti pakaian yang serba sama, model rambut, dan lain sebagainya.
Untuk itu, orangtua harus memahami dan mengenali apa yang sebenarnya menjadi kelebihan dan kelemahan anaknya sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Sebelumnya harus diketahui terlebih dahulu perbedaan anak yang lebih dominan otak kanan atau otak kirinya.
Fungsi Otak Kanan
Otak kanan adalah otak yang berada disebelah kanan dalam posisi anatomis (frontal). Fungsi otak kanan adalah sebagai berikut:
  • Perkembangan emosi (emotional quotient (EQ))
  • Hubungan antar manusia (sosialisasi)
  • Fungsi Komunikasi (perkembangan bahasa non verbal)
  • Perkembangan intuitif
  • Seni (menari, melukis, menyanyi dan lain-lain)
  • Mengandalikan ekspresi manusia
  • Pusat khayalan dan kreativitas
  • Berpikir lateral dan tidak terstruktur
  • Tidak memikirkan hal-hal secara detail
  • Cara kerjanya long term memory (memory jangka panjang)
  • Lebih ahli dalam menentukan ruang/tempat dan warna
  • Bila terjadi kerusakan pada area otak kanan yang terganggu adalah area kemampuan visual dan emosi
Fungsi Otak Kiri
Otak kiri adalah otak yang berada disebelah kiri dalam posisi anatomis (posisi frontal). Fungsi otak kiri adalah sebagai berikut:
  • Perkembangan Intelegensi (intelligence quotient (IQ))
  • Pusat perkembangan logika dan rasio (seperti matematika)
  • Berpikir sacara sistematis
  • Bahasa verbal
  • Berpikir linear dan terstruktur
  • Berpikir analisis dan bertahap
  • Cara berpikirnya short term memory (memory jangka pendek)
  • Jika terjadi gangguan pada otak kiri, maka yang terganggu adalah fungsi berbicara, bahasa dan matematika.
Dengan adanya ciri-ciri perbedaan fungsi otak kanan/kiri bisa membantu pembaca untuk bisa mengenali pribadi anda terlebih lagi pada diri anak-anak anda. 
Pada dasarnya di negara-negara manapun pendidikan yang lebih banyak didirikan adalah lembaga pendidkan yang berbasis otak kiri dimana penghuni lembaga pendidikan tersebut didominasi oleh anak yang lebih dominan otak kirinya. Hal inilah yang membuat para anak yang lebih dominan otak kanannya sering menjadi perbandingan yang diantara anak yang lebih dominan otak kirinya Karena kemampuan untuk menyerap/memahami pelajaran yang membutuhkan analisis tinggi akan menyulitkan para anak yang dominan otak kanannya seperti pelajaran matematika, dan juga pelajaran bahasa. Tidak jarang anak mendapat perlakuan yang kurang baik dari gurunya apalagi guru itu tidak bisa membedakan kemampuan masing-masing anak didiknya. Kata-kata yang tidak senonohpun kadang menjadi manisnya suasana kelas “IDIOT, BODOH atau DUNGU”. Anak yang terbelakang dalam menyerap pelajaran bukan bodoh atau idiot karena mereka merasa hanya terkekang dengan sistem pembelajaran otak kiri yang mengharuskan semua peserta harus dan harus untuk satu pemikiran dalam pembelajaran misalnya dalam hal memberikan defenisi anak yang berotak kanan lebih puas dengan memberikan defenisi tersendiri dibandingkan harus mengikuti apa yang ada dibuku. Jadi anak yang dominan otak kananya akan selalu dikatakan idiot padahal mereka memiliki kemampuan berimajinasi yang tinggi bahkan melebihi gurunya sekalipun. Sebenarnya mereka perlu kebebasan karena dengan kebebasan anak yang dominan berotak kanan dengan mudah merefleksikan imajinasi yang mereka miliki dengan kehidupan yang ada di dunia nyata ini contohnya melukis, membuat cerita. Anak yang dominan berotak kanan lebih menyukai hal-hal yang aneh yang menurut orang-orang yang berotak kiri itu suatu hal yang gila. It’s very crazy.
Banyak tokoh yang dianggap orang-orang bodoh mampu mengubah dunia ini dengan pemikiran-pemikiran anehnya seperti Albert Einstein, Thomas Alva Edison, Woodrow Wilson, Pablo Picasso dan masih banyak lagi tokoh yang dianggap bodoh tapi mampu mengubah dunia ini dengan hasil pemikirannya.

Semua pihak sangat mengharapkan untuk menghilangkan dalam dunia pendidikan kata idiot, bodo dan dungu yang hanya membuat anak peserta didik berpikiran lemah, mematahkan inisiatif anak untuk berkreasi dalam mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Seharusnya para pendidik dan orangtua memberikan ruang gerak yang luas serta kebebasan pada anak untuk menentukan sendiri masa depannya.

Stop katakan idiot.................!!!!







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar