.........Welcome To My Blog,,,,
........This
blog provides information for friends on a true story, health, motivation, and much more,,,,,,
including course material though.............

Selasa, 30 April 2013

Cara & Tips Membaca Puisi


Kalau berbicara mengenai puisi, khairil Anwarlah jagonya.
Betul, betul, & betul.
Sebagai generasi muda tidak ada salahnya jika mencoba dan mulai belajar bagaimana cara membuat puisi yang baik dan mengetahui tatacara membaca puisi yang baik dan benar. 
Tidak semua orang bisa berekspresi sesuai naskah tetapi sebagai genearsi pelanjut bangsa ada baiknya untuk belajar memahami dan mendalami tatacara pembuatan puisi dan mengekspresikannya di depan umum.

Membaca puisi itu harus sesuai dengan kondisi berat ringannya topik yang sedang dibawakan, tidak sedang mengada-ngada atau apa adanya sehingga kesannya jadi ketus.
Puisi yang dibaca harus dihayati dan seakan-akan pembaca larut dalam naskah sehingga ekspresi akan mudah disatukan.

Adapun cara dan tips membaca puisi yang baik adalah sebagai berikut :

Interpretasi (penafsiran)
Untuk memahami sebuah puisi kita harus dapat menangkap simbol-simbol atau lambang-lambang yang dipergunakan oleh penyair. Bila kita salah dalam menafsirkan makna simbol/lambang, kita dapat salah dalam memahami isinya.



Teknik vokal
Untuk pengucapan yang komunikatif diperlukan penguasaan intonasi, diksi, jeda, enjambemen, dan lafal yang tepat.

Performance (penampilan)
Dalam hal ini pembaca puisi dituntut untuk dapat memahami pentas dan publik.

Pembaca puisi juga dapat menunjukkan sikap dan penampilan yang meyakinkan. Berani menatap penonton dan mengatur ekspresi yang tidak berlebihan. Selain itu, pembaca puisi harus memperhatikan pula irama serta mimik. Mimik merupakan petunjuk apakah seseorang sudah benar-benar dapat menjiwai atau meresapkan isi puisi itu. Harmonisasi antara mimik dengan isi (maksud) puisi merupakan puncak keberhasilan dalam membaca puisi.

Ingatlah tidak setiap puisi dapat dibaca (dilisankan) tanpa menempatkan tanda tafsir pengucapannya terlebih dahulu. Adakalanya Anda menemui deretan baris atau bait yang satu dengan yang lain mempunyai jalinan pengucapan atau ada pula yang secara tertulis terpisah, sehingga perlu jeda. Bila Anda kurang tepat dalam memberi jeda, akan dapat mengaburkan maknanya.

Seorang penyair mempunyai beberapa kiat agar puisinya dapat dicerna atau dinikmati pembaca. Penyair kerap menampilkan gambar angan atau citraan dalam puisinya. Melalui citraan penikmat sajak memperoleh gambaran yang jelas, suasana khusus atau gambaran yang menghidupkan alam pikiran dan perasaan penyairnya.
Membaca puisi bukan sekedar membaca biasa tapi harus dengan pendalaman dan penghayatan yang tinggi. 
Jangan sekali-kali membaca puisi tetap seakan-akan berorasi itu sangat tidak etis...
 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar