.........Welcome To My Blog,,,,
........This
blog provides information for friends on a true story, health, motivation, and much more,,,,,,
including course material though.............

Selasa, 22 Oktober 2013

Juni 2011




Suatu kebanggaan juga ketika kita memiliki suatu barang dari hasil keringat sendiri. Sejak masuk di perguruan tinggi saya berusaha untuk memiliki kegiatan selain kuliah. Kita tahu lapangan tak sehangat bangku kuliah yang empuk itu dan berteori diatas buku tetapi waktu yang sangat membatasi untuk kerja sambil kuliah menjadi penghalang untuk menimbah ilmu di lapangan karena jadwal yang padat dari pagi hingga sore hari.
Setiap waktu libur tiba, teman-teman kampus sibuk untuk pulang kampung sementara saya sibuk nyari loker dari koran-koran lokal atau nanya informasi ke teman tentang job. Saya tak memandang suatu perkerjaan yang jelasnya bisa kerja selama hari libur tersebut. Mulai dari buru kasar hingga bagian admistrasi sementara.

Memang penghasilannya kecil paling buat memenuhi kebutuhan hari-hari saja. Paling tidaklah, bisa menunda pesanan uang dari orangtua di kampung. Disamping itu, saya juga bisa belajar banyak dari setiap pekerjaan yang perna saya lakoni. Kita tidak bisa membayangkan betapa susahnya mendapatkan sepeser uang jika kita hanya seorang pekerja kasar dan itulah yang menjadikan motivasi bagiku untuk menghargai setiap pekerjaan terlebih lagi orang yang bergelut dengan pekerjaan tersebut. 

Sedikit demi sedikit dari penghasilan saya sisihkan buat tabungan yang sewaktu-waktu bisa diambil untuk keperluan kuliah tetapi syukurlah kiriman orangtua juga tidak perna telat sehingga kalau mau dibilang mogok makan kagak perna terjadi. 

Sewaktu saya dapat orderan pembukuan dari suatu perusahaan asing, saya berinisiatif membeli beberapa gram perhiasan hitung-hitung buat tabungan dalam bentuk barang. Sebenarnya perhiasan bukan barang baru yang saya kenal karena sewaktu masih sekolah di kampung kita tidak dilarang buat memakai perhiasan ke sekolah. Memang sewaku ke kota perhiasan itu dicopot takut kena rampok kan beda antara kota dengan kampung. Pastilah kampung lebih aman. Selama dua bulan lamanya saya kerja akhirnya pembukuan itu selesai dan horornya dibayar saat serah terima hasil.  

Sehari setelah terima honor sayapun berangkat ke jln Somba Opu pusat perdagangan perhiasan emas paling terkenal di kota Makassar, bangga juga rasanya memasuki etalase toko apalagi sampai milih-milih barang. Akhirnya pilihanku jatuh pada sebuah kalung. Walaupun hanya beberapa gram yang jelasnya sudah hasil kerja sendiri.  Saya lebih milih beli perhiasan daripada kayak handphone yang bagus soalnya elektronik itu harga cepat drop dibanding emas. Kalau emas keuntungannya ada dua, bisa dipakai bisa juga buat simpanan terus ada harga standarnya pas mau dijual kembali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar