.........Welcome To My Blog,,,,
........This
blog provides information for friends on a true story, health, motivation, and much more,,,,,,
including course material though.............

Rabu, 13 Agustus 2014

Bukan Masjidnya yang salah tapi Imamnya keterlaluan




Sekilas tentang masjid Al-Huda yang berlokasi di kampung Kera-kera kecamatan Tamalanrea, Perintis Kemerdekaan km. 10 Makassar. Masjid tersebut memiliki dua lantai dengan luas sekitar 10x12 m2.  Masjid ini memiliki arsitektur kuno dengan kuba berbentuk segitiga. Di sudut utara masjid terdapat menara yang tingginya sekitar 20 meter terbuat dari rangka besi sudah mulai berkarat dengan empat microphone yang dipasang disetiap ujung menara tersebut . Disisi kanan bagian depan masjid terdapat tempat wudhu dan toilet kecil serta tempat untuk menyimpan properti masjid seperti kursi, keranda mayat, dll. Bagian dinding luar masjid diberi cat hijau sementara bagian dalam masjid diberi cat warna putih buram dengan sedikit olesan warna hijau dan hitam untuk empat penjuru bagian masjid tersebut. 

Setiap hari masjid itu hanya diramaikan oleh warga yang notabenenya penduduk setempat yang masih kental dengan bahasa daerah Makassar. Rumah-rumah peduduk pun masih menyimpan budaya Makassar yang kebanyakan terdiri dari rumah panggung yang berdiri kokoh tidak beraturan dengan rumah lainnya. Para ibu-ibu dapat disaksikan dengan pakaian yang tidak pantas berdiri di depan rumah mereka sewaktu kita menelusuri jalan menuju masjid Al-Huda. Para ibu-ibu dengan asyik bergunjing dengan bahasa Makassar tanpa menghiraukan bunyi adzan yang acap kali terdengar lantang dari imam masjid. Sementara para laki-laki dewasa hanya sibuk mengurus kendaraannya atau mengelus-elus ayam piaraannya. 

Tapi semua itu tidak perlu dihiraukan karena sebenarnya manusia berjalan pada prinsip hidupnya masing-masing. Mau sadar atau tidak itu tergantung dirinya, karena setiap kali seorang ustadz memberikan khutbah atau ceramah intinya hanya mengajak pada jalan yang benar tapi kadang kita akui masih saja khilaf akan hal-hal yang merugikan .
Yang ingin saya ketengahkan pada kesempatan ini adalah kelakuan imam masjid yang banyak menuai kritik daripada warga terkhusus yang tinggal jauh dari lokasi masjid. Imam masjid Al-huda Kera-kera, seorang yang berumur kira-kira 70 tahunan. Menurut pengakuannya pada suatu kesempatan dirinya dulu mantan seorang preman di pasar Sentral Makassar. Imam masjid (sebut saja beliau), acap kali membuat para jamaah mengeluh. Banyak yang sudah memberikan penilai pada beliau tentang bagaimana dalam hal memimpin sholat.  

Ketika beliau memimpin sholat, pertama hal yang saya akui dalam hal kecepatannya. Jamaah seakan-akan tidak ada waktu untuk bernapas kemudian lanjut lagi pada gerakan sholat berikutnya. Disamping itu, beliau tidak memberikan kesempatan pada jamaah untuk adzan dan lainnya (Monopoli pahala). Semua dilakukan olehnya mulai dari adzan, iqamat, dan memimpin sholat belum lagi jika ada kholtum setelah atau sebelum sholat. 

Satu hal yang membuat saya dan para warga pendatang yang tinggal di lokasi kampung Kera-kera, yaitu dalam hal adzan. Masjid sudah memiliki jam yang memilki durasi waktu iqamat selama 10 menit tetapi jam tersebut hanyalah pembuangan anggaran yang tidak ada manfaatnya. Mengapa? Karena tidak diperuntukkan pada fungsinya, jam tersebut memiliki settingan dengan durasi 10 menit untuk memberikan waktu pada jamaah untuk sholat sunat atau pada jamaah yang baru dalam perjalanan menuju masjid. Tetapi beliau hanya mengikuti kehendak yang ada pada dirinya atau memang tidak mengerti akan benda itu.
Dari beberapa masjid yang sempat saya dengar suara adzannya, masjid Al-huda Kera-kera lah juaranya, juara adzan, juara iqamah, juara sholat. Masjid lain baru adzan, masjid Al-huda sudah iqamah, masjid lain iqamah, masjid Al-huda sudah selesai pelaksaan sholatnya. 

Biasanya saya mendapati masjid memiliki durasi waktu pelaksanaan sholat min 10 menit. Di masjid Al-huda, anda akan mendapati durasi waktu yang kurang dari itu. Pada malam ini (Senin, 11 Agustus 2014), saya mengambil sampel waktu pada pelaksanaan sholat Isya dengan rincian waktu sebagai berikut:
Adzan = 02;35;50, adzan-iqamah= 03;35;91 (masjid lain iqamah 10 menit pas), sholat = 06;27;75. Anda bisa melihat durasi waktu yang digunakan untuk setiap waktu sholat. Hebatkan? Seandainya ada academy award kategory imam dan masjid tercepat dalam waktu pelaksanaan sholat, saya yakin masjid Al-huda akan meraih penghargaan tersebut. 

Untuk itu, saya ingin mengajak pembaca, kira-kira saran seperti apa yang cocok untuk diusulkan kepada imam masjid Al-Huda agar bisa memperbaiki hal tersebut yang sudah berlarut-larut karena saya yakin segala kekurangan pasti ada jalan untuk memperbaikinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar