.........Welcome To My Blog,,,,
........This
blog provides information for friends on a true story, health, motivation, and much more,,,,,,
including course material though.............

Senin, 10 Februari 2014

"PEMANAH YANG BIJAK"



Saya perna membaca buku yang berjudul “pemanah yang bijak”.
Dalam buku ini diceritakan tentang dua kakak beradik yang memiliki hobi yang sama yaitu memanah.  Keduanya lahir dari orangtua yang memiliki hobi yang samapula. Kedua orangtuanya adalah atlet panahan yang terkenal. Melihat anaknya memiliki hobi yang disandang oleh kedua orangtuanya tentulah suatu kebahagiaan tersendiri, kedua orangtuanya dengan gigih melatih kedua putra mereka setiap hari tanpa kenal lelah, seperti tiada hari tanpa latihan. 

Seiring dengan berjalannya waktu kedua anak tadi tumbuh menjadi remaja yang tangguh, kepiawaiannya memainkan anak panah tak terelakkan lagi. Kedua orangtuanya melihat ternyata sang kakak (si sulung) memiliki bakat yang lebih dibandingkan si adik (si bungsu) sehingga orangtua tadi lebih fokus meluangkan waktunya untuk melatih si sulung. Beberapa pertandingan yang sempat diikuti oleh si sulung tak satupun yang mengecewakan bahkan selalu naik podium dan menerima berbagai penghargaan. Sementara si bungsu masih belum bisa menyaingi kelihaian si sulung memainkan anak panah. 

Meleset dalam memanah adalah suatu masalah besar karena sudah tentu tidak akan mengenai sasaran, si bungsu akhirnya belajar dari suatu kesalahan–kesalahan yang telah lalu, berlatih untuk sabar dan berpikir positif serta menerima kekalahan dari pesaing-pesaingnya termasuk sang kakak. Berangkat dari pengalaman si bungsu pandai menggunakan waktu luangnya untuk belajar memainkan anak panah tanpa bimbingan kedua orangtuanya sementara si sulung sudah terbuai oleh kemenangan-kemenangan yang diraihnya, sudah jarang  lagi berlatih dan lebih mengandalkan instingnya saja serta kemampuan yang telah dimiikinya. 
Suatu hari diadakan lomba memanah terbesar di negeri itu, kedua anak itu menjadi peserta diantara ratusan pemanah yang handal dan tangguh. Orangtuanya yakin bahwa si sulung mampu mengatasi semuanya dan bisa merebut juara kembali. Tetapi apa yang terjadi, si sulung gugur dengan lima kali tembakan 4 kali meleset dan 1 kali kurang dari 3” mengenai sasaran. Sebuah sejarah baru muncul ternyata si bungsu yang tidak disangka-sangka mampu memgenai sasaran, tepat pada pusat sasaran tanpa meleset sedikitpun. Orangtuanya kagum bahwa ternyata selama ini dia salah menilai kemampuan si bungsu.

Dari cerita diatas dapat kita petik suatu pelajaran bahwa bukan karena kita berarti bodoh atau lemahyang penting berusaha dan belajar untuk berubah ke arah yang lebih baik. Jalan akan terbuka dan tidak ada kata terlambat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar