.........Welcome To My Blog,,,,
........This
blog provides information for friends on a true story, health, motivation, and much more,,,,,,
including course material though.............

Jumat, 20 Juni 2014

TES Part 1



Kemarin baru-baru diadakan tes SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) yang diadakan oleh tiga Universitas negeri terbesar di kota Makassar yakni Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN-Alauddin). Setiap tes membuat para peserta harus memiliki mental yang kuat untuk berani menerima kenyataan karena kenyataan kadang bertolak belakang dengan realitas. Hasil yang diharapkan kadang tidak semujur dengan apa yang kita bayangkan. Tentu kita harus optimis dan yakin bahwa hasil yang bakalan diperoleh akan memuaskan tetapi tidak cukup rasa optimis yang perlu ditumbuhkan karena dunia memiliki lintasan sosial yang berbeda dengan zaman dulu.
Ok, tidak usaha terlalu panjang lebar untuk menguraikan satu per satu hal tentang optimis atau pesimisnya seseorang mengenai hasil dari tes yang dilakukan karena kadang seorang yang sudah cukup optimis dan yakin lulus dari tes yang dilakukan tetapi realitanya harus rela menelan pil pahit akibat kegagalan. Kadang, justru yang pesimislah yang realita yang diperolehnya berpihak pada kenyataan yang menggembirakan. Seperti itulah sandiwara dunia menurut sang pujangga.
Berbicara mengenai tes SBMPTN, empat tahun yang lalu saya juga perna merasa hal yang sama. Dari beberapa tes masuk perguruan tinggi negeri yang saya ikuti hasilnya nihil dan membuat saya stress berat menerima kenyataan pahit. Mulanya dari kegagalan mengikuti tes yang saya ikuti pada program jalur undangan dari UNHAS akibat informasi yang minim dari sekolah dan universitas membuat saya harus ikhlas dalam menyikapi kenyataan pahit itu. Ditambah pada saat tes di UNM untuk tes UMPTN (sekarang SBMPTN). Kebetulan waktu itu, saya lagi memilih jurusan Akuntansi pada opsi pertama dan Geografi diopsi kedua. Sekitar satu bulan setelah tes tertulis dan keluar hasilnya ternyata saya gagal, akhirnya saya mesti menelan pil pahit lagi akibat kegagalan tes.
Saat-saat yang paling membingungkan itu adalah ketika memilih opsi dari masukan orang lain. Banyak orang yang mengusulkan ini-itu, tetapi takutnya gagal lagi. Saya mencoba peruntungan untuk mencoba mengikuti tes STAN (Sekolah Tinggi Administrasi Negara) dengan memilih opsi pertama D1 bea cukai dan opsi kedua D3 Perpajakan. Sebenarnya waktu itu, saya hanya memilih opsi dan tes apa adanya karena memang dari awal saya punya niat tetapi saya pesimis untuk lolos karena kata orang sudah main juga di dalam. Ternyata hasilnya memang nihil, kegagalan terulang kembali. Jika dihitung dari awal saya sudah gagal tiga kali, saya mulai patah semangat. Apa kata orang nanti jika saya belum bisa lulus tes masuk perguruan tinggi negeri, rasa malu sudah mulai merasuk dalam benak dan kala itu tidak ada lagi pilihan untuk memilih tempat kuliah selain perguruan tinggi swasta.
Akibat dari kegagalan yang saya terima dari tes-tes sebelumnya membuat pikiran-pikiran negatif merasuki jiwa. Kadang saya berpikir untuk bunuh diri, mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan menabrakkan diri pada kendaraan lain, dan hal-hal lain yang merusak. Jiwa anak SMA mungkin begitulah, masih labil kata kebanyakan orang yang sudah merasa dewasa. Pikiran tidak menentu memang iya, sampai orang-orang yang merasa ganjil melihatku membuatnya menyembunyikan semua benda-benda seperti pisau yang dapat melukai diri. Kadang saya berpikir, hal seperti inilah yang membuat banyak orang untuk mengakhiri hidup dengan tragis jika stress yang dialami tidak bisa diredam oleh hal yang bermanfaat dan minimnya keimanan seseorang.
Merasa sudah cukup untuk strees, saya ingin mencoba peruntungan lagi. Waktu itu saya berniat,  jika memang aku gagal lagi pada tes ini maka saya ikhlas untuk kuliah di perguruan tinggi swasta. Kali ini saya masih punya kesempatan untuk tes di perguruan tinggi negeri berkat informasi dari tetangga di kota yang mengabarkan bahwa PNUP (Politeknik Negeri UjungPandang) baru melakukan penjaringan mahasiswa baru tahun ajaran 2010-2011. Selama saya mengikuti tes, saya optimis lulus karena saya bisa mengerjakan soal dengan baik. Dan hasilnya Alhamdulillah memuaskan, ternyata saya berjodoh dengan PNUP. Senyum bahagia yang sudah lama hilang kini tergambar kembali dan keluarga merasa bahagia semua.
Dari beberapa kegagalan yang saya perna alami sebelum positif untuk tercatat sebagai mahasiswa disalah satu perguruan tinggi negeri di kota Makassar, amat stres memang bagi orang yang masih belum jelas statusnya dimana akan bertengger untuk menggenyam pendidikan lanjutan. Sebaik-baiknya perguruan swasta tetapi masih lebih baik untuk mengenyam pendidikan di perguruan negeri. Harapan orang saya rasa begitu semua. Apa yang saya rasakan dulu, juga dirasakan oleh teman-teman yang sedang galau menunggu hasil tes SBMPTN. Saya harap hasil yang anda terima memuaskan dan sukses diterima di perguruan tinggi kesayangan anda.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar