.........Welcome To My Blog,,,,
........This
blog provides information for friends on a true story, health, motivation, and much more,,,,,,
including course material though.............

Selasa, 24 Juni 2014

MOOD



Kadang kita tak tahu apa yang mesti dilakukan. Hobi kadang juga membosankan untuk terus-terusan dilakukan. Biasanya jika mood  tidak stabil kerjaan yang cocok dilakukan hanya mengamati lingkungan sekitar, entah itu orang yang lalu lalang atau anak-anak labil yang seperti sekarang kulakukan (24/06/2014 22:34). Orang-orang yang seperti itu justru membuat kita malah tambah emosi, kelakukannya yang masih labil, bertindak semaunya belum tahu kalau apa yang dilakukannya itu keren atau malah membuatku muak.



Disaat yang seperti ini, yang menguasai tubuh itu adalah emosi. Jika emosi tidak dapat diredam secepat mungkin bisa jadi berakibat fatal. Kadang hal-hal yang tidak berperikemanusiaan terjadi seperti memukul orang atau malah lebih dari itu.

Jumat, 20 Juni 2014

TES Part 1



Kemarin baru-baru diadakan tes SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) yang diadakan oleh tiga Universitas negeri terbesar di kota Makassar yakni Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN-Alauddin). Setiap tes membuat para peserta harus memiliki mental yang kuat untuk berani menerima kenyataan karena kenyataan kadang bertolak belakang dengan realitas. Hasil yang diharapkan kadang tidak semujur dengan apa yang kita bayangkan. Tentu kita harus optimis dan yakin bahwa hasil yang bakalan diperoleh akan memuaskan tetapi tidak cukup rasa optimis yang perlu ditumbuhkan karena dunia memiliki lintasan sosial yang berbeda dengan zaman dulu.
Ok, tidak usaha terlalu panjang lebar untuk menguraikan satu per satu hal tentang optimis atau pesimisnya seseorang mengenai hasil dari tes yang dilakukan karena kadang seorang yang sudah cukup optimis dan yakin lulus dari tes yang dilakukan tetapi realitanya harus rela menelan pil pahit akibat kegagalan. Kadang, justru yang pesimislah yang realita yang diperolehnya berpihak pada kenyataan yang menggembirakan. Seperti itulah sandiwara dunia menurut sang pujangga.
Berbicara mengenai tes SBMPTN, empat tahun yang lalu saya juga perna merasa hal yang sama. Dari beberapa tes masuk perguruan tinggi negeri yang saya ikuti hasilnya nihil dan membuat saya stress berat menerima kenyataan pahit. Mulanya dari kegagalan mengikuti tes yang saya ikuti pada program jalur undangan dari UNHAS akibat informasi yang minim dari sekolah dan universitas membuat saya harus ikhlas dalam menyikapi kenyataan pahit itu. Ditambah pada saat tes di UNM untuk tes UMPTN (sekarang SBMPTN). Kebetulan waktu itu, saya lagi memilih jurusan Akuntansi pada opsi pertama dan Geografi diopsi kedua. Sekitar satu bulan setelah tes tertulis dan keluar hasilnya ternyata saya gagal, akhirnya saya mesti menelan pil pahit lagi akibat kegagalan tes.

Jumat, 25 April 2014

Semoga engkau tentang disana

Tak ada yang bisa lari dari-Nya, semua yang bernyawa pasti akan merasakan yang namanya kematian. Kepergianmu wahai tante sekaligus ibu buatku terlalu cepat, belum ada waktu untuk membalas semua kebaikan yang engkau beri, kini engkau telah kembali padaNya, kepangkuan sang Ilahi Rabbi. 

 Saya masih ingat sewaktu kita berangkat 3 tahun yang lalu menuju Makassar mengantarku mencari tempat kuliah. Sebuah pengorbanan yang begitu besar dalam dirimu, tulus dan ikhlas. Perjalanan yang begitu banyak rintangan. Aku ingin engkau mengingatnya,

Sehari sebelum berangkat, aku mendengar kabar bahwa aku tidak lulus tes masuk UMPTN  di UNM, aku begitu stress bahkan sampai kehilangan akal sehat waktu itu, tetapi engkau punya banyak ide, memberiku motivasi dan kata ynag sempat aku ingat sekarang,”akko mo pa’rissi nyahamu anak, lohe ji tampa’ pa’kulaian, mintara lampaki naung ri mangkasara, ku urangko, gelea muliang ampa geleko tolong a kuliah.” [tidak usah bersedih nak, masih banyak tempat kuliah, besok kita ke Makassar, saya akan mengantarmu dan saya tidak akan pulang sebelum mendapatkanmu tempat kuliah]. Aku mulai bangkit dan berusaha bahwasanya ada dukungan yang kuat dari tanteku (mamaku ini).

Ektrskurikuler

Foto group :



Sabtu, 15 Maret 2014

Catatan hatianku di t4 KKN, "SUATU WAKTU"



Pagi yang begitu membosankan, perut terasa keroncongan hanya secangkir kopi dan beberapa kue kering menjadi sarapan pagi hari ini. waktu tak terasa, jarum jam sudah menunjukkan angka 08;00 padahal waktu yang dibutuhkan untuk sampai di kantor lumayan lama. Sebenarnya tak begitu lama tetapi karena kemacatan panjang yang sering terjadi di tugu Adipura membuat perjalanan sering terganggu. 

Sebungkus nasi kuning aku beli dari seorang mbak yang tiap pagi menjajakan nasi kuning dengan jamu. 5000,- sudah cukup untuk menjadi teman pagi ini, mungkin sebungkus nasi kuning sudah bisa membuatku bertahan sampai wkatu istirahat nanti. 

Perjalanan seperti biasanya, antrian kendaraan dari kejauhan sudah mulai tampak seperti ular. Kendaraan roda dua tak mau kalah, jalanan tikus pun jadi rebutan, tak ada yang mau kalah satu sama lain, semua ingin menang, sigap setiap saat, salah sedikit nabrak kendaraan lain. hampir 20 menit usai di jalur itu baru terbebas dari kemacetan. Ngebut, salip sana sini adalah pekerjaan nekat yang harus dilakukan. Jika tidak waktu akan begitu lama dijalanan dan keterlambatan tak bisa dihindarkan lagi. Untung pembimbingku mengerti tentang keadaan yang sering juga mereka lalui.

30 menit aku habiskan di jalanan barulah sampai di kantor. Waktu yang begitu lama dibandingkan hari-hari yang lalu. Capek sudah pasti, sebuah koran pagi sudah siap di meja security, akupun langsung membacanya sambil ditemani oleh sebungkus nasi kuning. 10 menit berlalu, aku berdiri dari kursi lipat berwarna merah yang sudah kusam dan rapuh menuju ruangan dimana aku ditempatkan.

Waktu terus berjalan, tak terasa aku meraba jam tangan yang  murahan yang melingkar dipergelangan tangan kiriku, ternyata sudah jam 09;15 menit. Waktu begitu berjalan cepat padahal aku baru sampai di ruangan beberapa menit yang lalu. Belum ada pekerjaan yang diberikan kepadaku, aku hanya mondar-madir sesekali menoleh ke arah karyawan yang sibuk di depan monitor menyelesaikan pekerjaan gila yang tiap hari aku saksikan. Kadang aku seperti tahanan yang merasa nyaman ketika menyelinap pandangan menatap jendela yke arah jalan yang ramai lalu lalang kendaraan. 

Tiba-tiba terdengar suara halus dari salah satu keryawan, mr. x namanya. Sebuah kalimat ejekan terlontar dari mulutnya yang ringan dengan kalmat-kalmat sindiran. Bahkan kadang menyayat hati jika terlalu didalami kalimatnya. “apa yang kamu liat..?”, tidak perna liat mobil yah..??”

Memang hari yang menakjubkan, masih pagi sudah mendapat omelan dari karyawan. Tak ada yang bisa ku perbuat kecuali hanya membalas dengan senyuman kontemporer yang pada dasarnya hanya balasan ejekan. Tak lama waktu berselang, kuraih sebuah koran lusu terbitan kemarin, halaman demi halaman aku bolak-balik, melirik gambar-gambar yang ngetren dari halaman tersebut. Waktu itu aku tak tertarik sama sekali untuk membaca, hanya berusaha untuk melewati masa yang membuatku jengkel pagi itu, mungkin karena omelan tadi. 

Sssttt, bisik jernih dari seorang karyawan lain. “wah, bagus juga yah, anak kkn zaman sekarang kerjaannya seperti bos-bos, sibuk baca-baca koran. Bukannya kerja malah baca koran.” 

“bukan begitu pak, kebetulan ini belum ada pekerjaan yang aku terima dari.” 

2:0 adalah skor yang tak mungkin terelakkan lagi, aku kalah ditambah omelan yang bisa membuat korban strok . kalimat-kalimat pedas seperti peluru kaliber 3” 2 mm yang lepas landas dari sebuah soutgan dengan kekuatan 2 meter per second. Biarlah waktu yang menjawabnya, aku tak menghiraukan kalimat-kalimat itu lagi, walaupun kadang sakit juga jadinya karena pada dasarnya kita sebagai manusia masih punya hati dan harga diri. 

Alasan tak akan mampu untuk menyelamatkan diriku, jadi ku terima dengan senang hati walaupun kadang sakit juga tetapi apalah boleh buat semua ada waktu dan kondisi dimana aku bisa membalasnya. Aku tak ingin membalasnya dengan sebuah kalimat atau lainnya tetapi aku ingin membalasnya dengan sebuah prestasi yang lebih dari mereka punya. Mungkin hari ini aku jadi suruhannya dan hari ini mereka sudah jadi karyawan tetapi tidak tertutup kemungkinan besok atau lusa aku yang akan menyuruhnya atau bisa jadi akulah pimpinannya. Bumi ini berputar, waktu ini akan terus berjalan ke depan, tak akan mungkin lagi kembali ke masa lalu hanya masa depan yang bisa kita song-song dan biarlah masa lalu akan menjadi kenangan terindah yang perna kita lalui.

“thanks for reading in my story”

Warkop DG. Anas & Linmas


Apakah anda jijik jika melihat seorang anak sekolahan diwaktu jam sekolah berkeliaran di jalan atau Mall dan tempat-tempat lainnya...???

Dari problema remaja yang sering terjadi sekarang ini sehingga pemerintah kota sering melakukan sweping di tempat-tempat uang sering dikunjungi oleh anak-anak yang bolos dari sekolah pada jam pelajaran. Aksi main kucing-kucingan seringkali jadi tontonan warga dengan Satpol PP (Satuan Polisi pamong Praja) pada saat terjadi sweping. 

Tentu mereka yang tertangkap dalam jaringan sweping tersebut akan dilaporkan pada pihak sekolah dan orangtuanya untuk diberikan pelajaran dan nasihat untuk tidak melakukan perbuatan yang kurang terpuji tersebut.

Senin, 10 Februari 2014

"PEMANAH YANG BIJAK"



Saya perna membaca buku yang berjudul “pemanah yang bijak”.
Dalam buku ini diceritakan tentang dua kakak beradik yang memiliki hobi yang sama yaitu memanah.  Keduanya lahir dari orangtua yang memiliki hobi yang samapula. Kedua orangtuanya adalah atlet panahan yang terkenal. Melihat anaknya memiliki hobi yang disandang oleh kedua orangtuanya tentulah suatu kebahagiaan tersendiri, kedua orangtuanya dengan gigih melatih kedua putra mereka setiap hari tanpa kenal lelah, seperti tiada hari tanpa latihan. 

Seiring dengan berjalannya waktu kedua anak tadi tumbuh menjadi remaja yang tangguh, kepiawaiannya memainkan anak panah tak terelakkan lagi. Kedua orangtuanya melihat ternyata sang kakak (si sulung) memiliki bakat yang lebih dibandingkan si adik (si bungsu) sehingga orangtua tadi lebih fokus meluangkan waktunya untuk melatih si sulung. Beberapa pertandingan yang sempat diikuti oleh si sulung tak satupun yang mengecewakan bahkan selalu naik podium dan menerima berbagai penghargaan. Sementara si bungsu masih belum bisa menyaingi kelihaian si sulung memainkan anak panah. 

Meleset dalam memanah adalah suatu masalah besar karena sudah tentu tidak akan mengenai sasaran, si bungsu akhirnya belajar dari suatu kesalahan–kesalahan yang telah lalu, berlatih untuk sabar dan berpikir positif serta menerima kekalahan dari pesaing-pesaingnya termasuk sang kakak. Berangkat dari pengalaman si bungsu pandai menggunakan waktu luangnya untuk belajar memainkan anak panah tanpa bimbingan kedua orangtuanya sementara si sulung sudah terbuai oleh kemenangan-kemenangan yang diraihnya, sudah jarang  lagi berlatih dan lebih mengandalkan instingnya saja serta kemampuan yang telah dimiikinya.