.........Welcome To My Blog,,,,
........This
blog provides information for friends on a true story, health, motivation, and much more,,,,,,
including course material though.............

Sabtu, 15 Maret 2014

Catatan hatianku di t4 KKN, "SUATU WAKTU"



Pagi yang begitu membosankan, perut terasa keroncongan hanya secangkir kopi dan beberapa kue kering menjadi sarapan pagi hari ini. waktu tak terasa, jarum jam sudah menunjukkan angka 08;00 padahal waktu yang dibutuhkan untuk sampai di kantor lumayan lama. Sebenarnya tak begitu lama tetapi karena kemacatan panjang yang sering terjadi di tugu Adipura membuat perjalanan sering terganggu. 

Sebungkus nasi kuning aku beli dari seorang mbak yang tiap pagi menjajakan nasi kuning dengan jamu. 5000,- sudah cukup untuk menjadi teman pagi ini, mungkin sebungkus nasi kuning sudah bisa membuatku bertahan sampai wkatu istirahat nanti. 

Perjalanan seperti biasanya, antrian kendaraan dari kejauhan sudah mulai tampak seperti ular. Kendaraan roda dua tak mau kalah, jalanan tikus pun jadi rebutan, tak ada yang mau kalah satu sama lain, semua ingin menang, sigap setiap saat, salah sedikit nabrak kendaraan lain. hampir 20 menit usai di jalur itu baru terbebas dari kemacetan. Ngebut, salip sana sini adalah pekerjaan nekat yang harus dilakukan. Jika tidak waktu akan begitu lama dijalanan dan keterlambatan tak bisa dihindarkan lagi. Untung pembimbingku mengerti tentang keadaan yang sering juga mereka lalui.

30 menit aku habiskan di jalanan barulah sampai di kantor. Waktu yang begitu lama dibandingkan hari-hari yang lalu. Capek sudah pasti, sebuah koran pagi sudah siap di meja security, akupun langsung membacanya sambil ditemani oleh sebungkus nasi kuning. 10 menit berlalu, aku berdiri dari kursi lipat berwarna merah yang sudah kusam dan rapuh menuju ruangan dimana aku ditempatkan.

Waktu terus berjalan, tak terasa aku meraba jam tangan yang  murahan yang melingkar dipergelangan tangan kiriku, ternyata sudah jam 09;15 menit. Waktu begitu berjalan cepat padahal aku baru sampai di ruangan beberapa menit yang lalu. Belum ada pekerjaan yang diberikan kepadaku, aku hanya mondar-madir sesekali menoleh ke arah karyawan yang sibuk di depan monitor menyelesaikan pekerjaan gila yang tiap hari aku saksikan. Kadang aku seperti tahanan yang merasa nyaman ketika menyelinap pandangan menatap jendela yke arah jalan yang ramai lalu lalang kendaraan. 

Tiba-tiba terdengar suara halus dari salah satu keryawan, mr. x namanya. Sebuah kalimat ejekan terlontar dari mulutnya yang ringan dengan kalmat-kalmat sindiran. Bahkan kadang menyayat hati jika terlalu didalami kalimatnya. “apa yang kamu liat..?”, tidak perna liat mobil yah..??”

Memang hari yang menakjubkan, masih pagi sudah mendapat omelan dari karyawan. Tak ada yang bisa ku perbuat kecuali hanya membalas dengan senyuman kontemporer yang pada dasarnya hanya balasan ejekan. Tak lama waktu berselang, kuraih sebuah koran lusu terbitan kemarin, halaman demi halaman aku bolak-balik, melirik gambar-gambar yang ngetren dari halaman tersebut. Waktu itu aku tak tertarik sama sekali untuk membaca, hanya berusaha untuk melewati masa yang membuatku jengkel pagi itu, mungkin karena omelan tadi. 

Sssttt, bisik jernih dari seorang karyawan lain. “wah, bagus juga yah, anak kkn zaman sekarang kerjaannya seperti bos-bos, sibuk baca-baca koran. Bukannya kerja malah baca koran.” 

“bukan begitu pak, kebetulan ini belum ada pekerjaan yang aku terima dari.” 

2:0 adalah skor yang tak mungkin terelakkan lagi, aku kalah ditambah omelan yang bisa membuat korban strok . kalimat-kalimat pedas seperti peluru kaliber 3” 2 mm yang lepas landas dari sebuah soutgan dengan kekuatan 2 meter per second. Biarlah waktu yang menjawabnya, aku tak menghiraukan kalimat-kalimat itu lagi, walaupun kadang sakit juga jadinya karena pada dasarnya kita sebagai manusia masih punya hati dan harga diri. 

Alasan tak akan mampu untuk menyelamatkan diriku, jadi ku terima dengan senang hati walaupun kadang sakit juga tetapi apalah boleh buat semua ada waktu dan kondisi dimana aku bisa membalasnya. Aku tak ingin membalasnya dengan sebuah kalimat atau lainnya tetapi aku ingin membalasnya dengan sebuah prestasi yang lebih dari mereka punya. Mungkin hari ini aku jadi suruhannya dan hari ini mereka sudah jadi karyawan tetapi tidak tertutup kemungkinan besok atau lusa aku yang akan menyuruhnya atau bisa jadi akulah pimpinannya. Bumi ini berputar, waktu ini akan terus berjalan ke depan, tak akan mungkin lagi kembali ke masa lalu hanya masa depan yang bisa kita song-song dan biarlah masa lalu akan menjadi kenangan terindah yang perna kita lalui.

“thanks for reading in my story”

Warkop DG. Anas & Linmas


Apakah anda jijik jika melihat seorang anak sekolahan diwaktu jam sekolah berkeliaran di jalan atau Mall dan tempat-tempat lainnya...???

Dari problema remaja yang sering terjadi sekarang ini sehingga pemerintah kota sering melakukan sweping di tempat-tempat uang sering dikunjungi oleh anak-anak yang bolos dari sekolah pada jam pelajaran. Aksi main kucing-kucingan seringkali jadi tontonan warga dengan Satpol PP (Satuan Polisi pamong Praja) pada saat terjadi sweping. 

Tentu mereka yang tertangkap dalam jaringan sweping tersebut akan dilaporkan pada pihak sekolah dan orangtuanya untuk diberikan pelajaran dan nasihat untuk tidak melakukan perbuatan yang kurang terpuji tersebut.

Senin, 10 Februari 2014

"PEMANAH YANG BIJAK"



Saya perna membaca buku yang berjudul “pemanah yang bijak”.
Dalam buku ini diceritakan tentang dua kakak beradik yang memiliki hobi yang sama yaitu memanah.  Keduanya lahir dari orangtua yang memiliki hobi yang samapula. Kedua orangtuanya adalah atlet panahan yang terkenal. Melihat anaknya memiliki hobi yang disandang oleh kedua orangtuanya tentulah suatu kebahagiaan tersendiri, kedua orangtuanya dengan gigih melatih kedua putra mereka setiap hari tanpa kenal lelah, seperti tiada hari tanpa latihan. 

Seiring dengan berjalannya waktu kedua anak tadi tumbuh menjadi remaja yang tangguh, kepiawaiannya memainkan anak panah tak terelakkan lagi. Kedua orangtuanya melihat ternyata sang kakak (si sulung) memiliki bakat yang lebih dibandingkan si adik (si bungsu) sehingga orangtua tadi lebih fokus meluangkan waktunya untuk melatih si sulung. Beberapa pertandingan yang sempat diikuti oleh si sulung tak satupun yang mengecewakan bahkan selalu naik podium dan menerima berbagai penghargaan. Sementara si bungsu masih belum bisa menyaingi kelihaian si sulung memainkan anak panah. 

Meleset dalam memanah adalah suatu masalah besar karena sudah tentu tidak akan mengenai sasaran, si bungsu akhirnya belajar dari suatu kesalahan–kesalahan yang telah lalu, berlatih untuk sabar dan berpikir positif serta menerima kekalahan dari pesaing-pesaingnya termasuk sang kakak. Berangkat dari pengalaman si bungsu pandai menggunakan waktu luangnya untuk belajar memainkan anak panah tanpa bimbingan kedua orangtuanya sementara si sulung sudah terbuai oleh kemenangan-kemenangan yang diraihnya, sudah jarang  lagi berlatih dan lebih mengandalkan instingnya saja serta kemampuan yang telah dimiikinya. 

Rabu, 25 Desember 2013

Matahari Di Ufuk Barat



Tak terasa liburan semester sudah dipeluk mata, siswa-siswi penghuni kelas VII SMP Negeri 2 Rawa sudah bergembira menyambutnya. Ani salah satunya, gadis paling cantik di kelas itu dan bahkan kecantikannya tidak ada yang bisa menandinginya di sekolah itu. Wajar jika banyak siswa laki-laki yang tertarik dengan paras Ani yang begitu cantik dan seksi. Tidak hanya siswa, guru pria yang ada di sekolah itu juga jatuh pandagan dengan Ani. Tetapi, bagi ani kecantikan bukanlah tujuannya sehingga tak dia tidak menghiraukan godaan-godaan yang datang dari para pria-pria yang makin menjadi-jadi itu.

Senin, 16 Desember 2013

ESAI : SANDAL JEPITku



Rasanya seharian di kampus bergelut dengan aktivitas civitas akademika yang begitu melelahkan kawan,

Aku pulang dengan tempelan senyum manis yang indah karena hari ini rasanya dapat durian runtuh dari pohon nangka dengan puji dari seseorang, hahaha tapi itu tak lama rasanya tiba-tiba mukaku berubah seperti muka masam ingin menerkam lawan,,, apa yang terjadi pada diriku lagi,,,???

Betapa terkejutnya melihat sepasang sandal kesayanganku hilang entah kemana, haaaaa, geramku dengan nada tinggi sembari mengatakan “fuck You”, 

Astagfirullah, kata-kataku sangat tidak pantas lagipula ini hanya persoalan sandal, sandal jepit merek “swallow” lagi,,,, aku termenung sejenak berpikir tetapi emosi lagi membara didalam lubuk hati yang paling dalam.

Aku kehabisan pikiran jernih, otakku bekerja 2 x lipat melebihi pekerjaan sewaktu membuat jurnal akuntansi di kampus, aku bertanya siapa yang berani memakai barang yang bukan milikinya..??? 

Tetanggaku hanya terdiam dan melihat kebingungan yang ada pada diriku dengan muka cemberut, emosi seperti mencari musuh,,,,, ahhhhhhh fuck, fuck, kukatakan berulang-ulang sampai lemas seperti tak berdaya,,,,

Aku terbaring, kepalaku perih dan sakit seperti ditusuk-tusuk jarum, aduhh sandal jepitku hilang entah siapa pelaku dibalik semuanya,,,

Sandal jepitku, kemana engkau pergi,,,??? Aku bahkan seperti orang gila berbicara sendiri, haaaaa


Ditulis di Makassar, 16 Desember 2013  19:30

Minggu, 15 Desember 2013

ESAI : Melody, Masa kecil



Beberapa hari yang lalu, aku melihat sebuah list film yang bercerita tentang anak kecil sedang menjalin hubungan asmara, “MELODY”, judulnya. 

Sebuah film asal england produksi tahun 1971, jauh sebelum aku terlahir ke dunia ini yang diperangkan oleh Mark Lester (Daniel Latimer) dan Tracy Hyde (Melody), sungguh sangat berkesan. 

Sebenarnya aku  belum perna merasakan hal sama seperti yang diceritakan dalam film berdurasi satu jam lebih itu, tetapi mungkin itulah yang membuat sebagian remaja sangat menginginkan hal itu.

Aku tak perna membayangkan seandainya masa kecilku dibayangi oleh rasa penasaran dengan kehadiran seorang perempuan yang untuk berbagi cerita dan kasih sayang seperti dalam film itu tapi sungguh sudah tak mungkin lagi, karena usiaku sudah kadularsa untuk seumuran Latimer yang masih sebelasan tahun dalam cerita “melody” difilm itu. 

Kadang aku memandangi anak-anak sekarang yang dulunya bahkan aku juga  perna seperti mereka bercanda dengan kawan perempuannya, berbagi kebahagian dan terlebih lagi berteman akrab, memang waktu ini tak bisa diputar seperti jam yang manakala macet bisa diputar ulang semua kita.

Aku bahkan tertawa sendiri ketika menyaksikan film itu, melihat bagaimana seorang anak usia belasan sudah mulai memikirkan kapan mereka MARRIED dengan alasan hanya ingin bersama untuk selamanya,,,,hahahaha aku bingung melihatnya atau aku bingung karena aku tak mengerti hal yang seperti itu,,,hahaha

Ditulis di Makassar, 15 Desember 2013